Tuesday, January 6, 2009

Kerahkan Pasukan untuk Berperang …

بسم الله الرحمن الرحيم

Setengah Kata!

KERAHKAN PASUKAN UNTUK BERPERANG; Itulah satu-satunya Kewajiban para Penguasa terhadap Pembantaian Gaza. Jika Tidak, Mereka benar-benar telah Mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan Orang-orang Mukmin

Sejak Dhuhur, Sabtu, 28 Desember 2008 M, entitas Yahudi membombardir dengan pesawat-pesawat tempurnya secara brutal, dengan terus-menerus dan kadangkala secara sporadis, terhadap sejumlah kawasan di jalur Gaza. Sementara warga Gaza menghadapi serangan itu dengan dada-dada mereka, dengan sikap kepahlawanan yang sulit dicari tandingannya. Mereka menyabung nyawa mereka dengan senang hati; ada yang menjadi syahid, sementara ratusan dan ratusan lainnya terluka. Di saat pesawat-pesawat musuh memasuki wilayah udara mereka dengan aman dan tenang, tanpa sedikitpun rasa takut akan hadangan rudal-rudal yang akan merontokkannya atau pesawat-pesawat tempur yang menghadangnya. Karena, para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim telah menetapkan ”larangan bergerak” kapada pasukan dan pesawat-pesawat kita. Mereka hanya menjadikan pesawat-pesawat tempur sebagai pameran dan hiasan. Begitulah, akhirnya pesawat-pesawat Yahudi itupun merasa tenang dan terbang dengan aman. Padahal pesawat-pesawat itu membombardir manusia dan bebatuan, namun tetap aman dari setiap serangan dan bahaya!

Sesungguhnya para penguasa itu telah melakukan kejahatan, sejak mereka mengalihkan masalah Palestina dari agenda Islam menjadi agenda Arab, kemudian menjadi agenda Palestina. Mereka pun memposisikan diri sebagai pengamat yang bersikap netral. Bahkan, tidak hanya itu, justru mereka berpihak kepada musuh. Hingga mereka mempunyai kebiasaan dalam kondisi diserang, sebagaimana yang terjadi dalam tragedi pembantaian Gaza saat ini. Mereka sibuk mengamati pesawat-pesawat tempur Yahudi yang terbang silih berganti, lalu menghitung korban yang tewas dan terluka, setelah itu mereka berlomba-lomba mengeluarkan kecaman dan penolakan keras. Baik mereka yang ikut memblokade jalur Gaza secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Semuanya akan mengeluarkan kecaman dan penolakan keras. Bahkan penguasa Mesir, yang dari istananya, ketika menjelang serangan, Livni telah mengancam dan berjanji akan melakukan serangan, lalu pada hari berikutnya pengeboman pun mulai dilakukan terhadap jalur Gaza. Bahkan, penguasa seperti ini pun tetap mengeluarkan kecaman dan penolakan keras!

Memang, para penguasa itu sudah tidak punya rasa malu, baik kepada Allah, Rasul-Nya maupun kepada orang Mukmin. Mereka telah memblokade jalur Gaza sebelum diblokade oleh musuh. Mereka menginginkan warga Gaza menjadi mayat, dan tidak menginginkan mereka hidup-hidup. Karena itu, mereka menolak membuka pintu perbatasan mereka, ketika denyut kehidupan itu masih ada. Mereka baru mau membukanya setelah darah mengalir di atas kolam. Sekarang, mereka menyerukan diadakannya serangkaian pertemuan untuk ”mengkaji” respons yang harus diberikan terhadap pembantaian Gaza. Seolah-olah respons tersebut masih kabur. Sekali waktu mereka menyerukan diadakannya konferensi tingkat tinggi. Kali lain mereka menyerukan pertemuan tingkat menteri luar negeri. Berikutnya, mereka menyerukan pertemuan bersama… Itulah kebiasaan yang mereka ikuti. Mereka berkumpul, untuk makan dan minum. Kemudian mereka mengeluarkan pernyataan. Setan membisikkan kepada para pengikutnya bahwa itulah “sebaik-baik” perang! Tidak hanya sampai di situ, mereka pun menyandang kehinaan dan aib mereka dengan pergi ke Dewan Keamanan PBB. Mereka meminta negara-negara yang telah mendirikan entitas Yahudi dan mendukungnya dalam merampas Palestina, tanah yang diberkahi, agar negara-negara itu mengeluarkan resolusi untuk membantu Palestina dan rakyat Palestina:

“Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka putuskan itu.” (QS. an-Nahl [16]: 59)

Sesungguhnya respons terhadap pembantaian Gaza itu sudah jelas, bukannya tidak jelas. Dan itu tidak membutuhkan rapat, pertemuan dan evaluasi. Demikian juga respons itu tidak tergantung kepada resolusi dari negara-negara yang telah mendirikan dan mendukung entitas Yahudi. Tetapi respons itu, hanya dan hanya dengan cara mengerahkan tentara untuk berperang dan menghimpun orang-orang yang mampu untuk menjadi tentara. Dan, tidak ada lagi yang lain. Para penguasa itu pun memahami hal itu. Namun, mereka itu ibaratnya hanyalah kayu-kayu yang menjadi alat. Mereka memang sangat mahir dengan bersilat lidah, melakukan kebohongan dan penyesatan.

“Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. al-Munâfiqûn [63]: 4)

Wahai Kaum Muslim

Waspadalah jangan sampai para penguasa itu berhasil mengelabuhi Anda, sehingga Anda merasa puas hanya dengan izin yang mereka berikan kepada Anda untuk melakukan long march, pawai, demonstrasi atau pengamanan yang mereka berikan. Semuanya itu sekali-kali tidak akan bisa menghalangi kebenaran sedikit pun. Tetapi hendaknya Anda mengambil tugas berat Anda menuju istana-istana mereka, sehingga Anda bisa memaksa mereka agar mau mengerahkan pasukan untuk berperang.

Lalu, Anda wahai para tentara; apakah Anda tidak merindukan salah satu dari dua kebaikan (yaitu, kemenangan atau mati syahid)? Bagaimana mungkin pembunuhan dilakukan terhadap saudara-saudara Anda, meski begitu Anda tetap berdiam diri di barak-barak Anda? Apakah para penguasa yang telah menjual agamanya dengan dunia, bahkan dengan dunia pihak lain itukah yang menghalangi Anda untuk menolong dan membela saudara-saudara Anda?

Allah, Allah wahai para tentara! Sesungguhnya Hizbut Tahrir menyerukan Anda untuk meraih kemuliaan dunia dan akhirat, pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, atau surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa:

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman (QS. at-Taubah [9]: 14)

Begitulah caranya menolong warga Gaza. Begitulah seharusnya respons terhadap pembantaian Gaza. Begitulah seharusnya menghancurkan blokade dari mereka. Begitulah Allah melegakan hati orang-orang Mukmin:

“Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah) (QS. al-Anbiyâ’ [21]: 106)

Ya Allah, kami telah menyampaikan, ya Allah saksikanlah.

Saturday, December 13, 2008

Ikutilah Pawai Akbar Muharam 1430 H

AYO PEDULI & BERGERAK !!!
WAHAI SELURUH RAKYAT INDONESIA

  1. Krisis keuangan di AS saat ini sudah sangat parah. Tidak ada yang selamat. Sistem Kapitalisme tengah sekarat.
  2. Krisis telah menjalar ke seluruh dunia. Semuanya berteriak dan menjerit.
  3. Banyak negara sudah masuk dalam kubangan krisis, seperti Inggris dan Singapura. Hal yang sama pun akan menimpa Indonesia.
  4. Krisis juga sudah menjalar ke sektor riil. Dampaknya sudah mulai kita rasakan secara nyata.
  5. Krisis ekonomi tahun 1998 lalu sangat mungkin akan terulang kembali pada tahun 2009. Gejalanya sudah nampak: - Akhir tahun 2008 diprediksi akan banyak perusahaan yang bangkrut, - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terus melorot - PHK tak bisa dihindari.

Pada bulan November 2008, PHK sudah mencapai 26.488 orang dan 4.022 orang dirumahkan.
Bulan Desember 2008 ada 23.284 orang akan di PHK dan 18.891 orang akan dirumahkan.
KADIN (Kamar dagang dan industri) memperkirakan sekitar 200 ribu pekerja akan terkena PHK dalam jangka waktu enam bulan mendatang.
Asosiasi Industri Malaysia tidak lagi memperpanjang kontrak puluhan ribu tenaga asing (termasuk Indonesia) yang dipekerjakan di sana.

Diperkirakan jumlah PENGANGGURAN pada tahun 2009 akan meningkat mencapai 3,5 juta orang.
Dapat dibayangkan dampak ikutannya, angka KEMISKINAN meningkat drastis.
Seperti yang disampaikan WHO, gangguan KESEHATAN MENTAL dan BUNUH DIRI pun meningkat.

SUNGGUH SANGAT MENGERIKAN

Semua itu terjadi karena SISTEM KAPITALISME
Sistem inilah yang telah menciptakan kegoncangan dan derita seluruh umat manusia

WAHAI KAUM MUSLIMIN
KAPITALISME TENGAH SEKARAT, KINI SAATNYA KITA
HIJRAH DARI SISTEM KAPITALIS MENUJU SISTEM ISLAM

Sistem Islamlah yang difardhukan oleh Allah semesta alam, yang Maha Tahu apa yang baik untuk seluruh makhluk-Nya. Allah berfirman:

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maaidah: 50)

IKUTILAH
PAWAI AKBAR MUHARAM: HIJRAH DARI SISTEM KAPITALISME MENUJU SISTEM ISLAM

4 Januari 2008 Jam 08.00 – 11.00
Long March dari Monas menuju Bundaran HI

Aksi ini akan dilaksanakan serentak di kota-kota besar seluruh Indonesia