Showing posts with label Kristenisasi. Show all posts
Showing posts with label Kristenisasi. Show all posts

Sunday, May 27, 2007

Strategi dan Taktik Umat Kristen

Pola, Strategi-Taktik, dan Fakta-Fakta Pemurtadan Umat Islam di Indonesia


Pemurtadan sedang berlangsung marak, sementara umat islam mengalami kemunduran semangat membentengi diri secara konstruktif menurut syari’at islam. Fenomena ini menjadi peluang bagi domba-domba Khatholik dan Protestan menerapkan taktik misi-misi pemurtadan umat islam melalui pendekatan “bantuan social” pada sasaran bidik masyarakat miskin dikota, dan desa terpencil. Sedangkan pada strata sosial masyarakat menengah keatas diterapkan taktik pendekatan ”bargaining politik-kekuasaan” pada sasaran bidik jabatan-jabatan strategis dibidang moneter dan keuangan, pendidikan, kebudayaan, tenaga kerja, militer-kepolisian, kesehatan, transmigrasi, pertanaan, pertambangan, perhubungan, telekomunikasi, dan imformasi, seni dan pariwisata, serta industri makanan dan obat-obatan.

Dalam lapangan social kemasyarakatan social ditempuh melalui perjuangan HAM dan gender, membangun panti-panti asuhan, perempuan pembantu rumah tanggadengan misi kontrak kandungan (rahim), perkawinan campuran (perempuan Kristen untuk memurtadkan semua laki-laki islam), perpindahan agama sementara waktu untuk perkawinan (lelaki kristan), pengorbanan diri perempuan Kristen mengandung anak dari lelaki islamdi luar nikah (ekploitasi asal-usul pendeta atau pastor berasal dari keturunan islam), bantuan beasiswa belajar pada negara-negara yang telah ditentukan melahirkan intelektual islam sekuler untuk melawan islam.

Mendorong dan mendukung pelaksaanan upacara-upacara seremonial keagaman secara bersama unutk mengaburkan batas-batas akidah. Semua cara telah ditempuh untuk menyukseskan program pemurtadan melalui tulisan, termasuk selebaran gelap tanpa ada tindak penyelidikan dari pihak kepolisian, bahwa tindakan tersebut mengangu ketertiban kehidupan masyarakat secara luas.

Semua orang dimanfaatkan oleh kaum nasrani untuk mengkristenkan umat islam diindonesia. Anak-anak muda Kristen diberi peran sebagi “pengamen” membawakan lagu-lagu gerejani diatas diatas kendaraan umum tanpa menghormati penumpang yang umumnya pasti beragama islam. Pada linkungan pemukiman atau perumahan yang mayoritas muslim, sedangakan yang beragama Kristen hanya satu-dua orang, melaksanakan “kebaktian” yang diikuti jemaatnya dari luar pemukiman tersebut. Proses selanjutnya, kegiatan kebaktian itu diajukan sebagai alasan untuk mendirikan gereja ditengah-tengah pemukiman yang dihuni olek mayoritas kaum muslim.

Gerakan ini sangat potensial mengundang antipati umat islam melalui aksi-aksi protes dan kekerasn merusak gereja atau rumah tempat kebaktian. Sesungguhnya protesumat islam melalui prosedur yang sah tidak diindahkan oleh pihak-pihak yang berwajib dan berwenang, bahkan oleh petugas-petugas negeri ini, balik menuduh umat islam yang mengadu sebagai”ekstremis” yang menggangu stabilitas nasional. Itulah sekedar potert umum yang tidak terpungkiri.

Negara Indonesia penduduknya “komunitas muslim terbesar didunia,” berdasrkan survey antar sensus (supas) yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 1990, tercatat bahwa dari 200 juta jiwa, presentase umat islam mencapai 87,3 % (dibulatkan menjadi 90 %). Sementara umat Kristen protestan hanya 6 %, umat Khatolik 3,6 %, Hindu 1,8 %, dan agama lain 0,3 %.

Sebagi mujahid, kita tidak boleh berbangga dengan besarnya angka-angka mayoritas diatas, sebab data-data terkini mencatat, bahwa jumlah umat islam menurun drastis dari 90 % menjadi 75 % (tabloid SIAR edisi No. 43, tanggal 18-24 November 1999 halaman 14).

Terlepas dari validitas dan akurasi data diatas perlu dicermati pula hasil temuan Litbang Departemen Agama, bahwa penyebab penurunan populasi umat islam Indonesia itu ada dua hal:

Pertama, Keberhasilan program KB yang dilakukan debgan gencar kepa kaum Muslimin, sementara kepa umat diluar islam, progran KB tidak pernah didengungkan, nyaris tidak terdengar. Dengan demikian, program Kb mengakibatkan pertumbuhan populasi umat Kristen jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan populasi umat Islam.

Kedua, keberhasilan program kristenisai yang dilakukan dengan gencar, secara sistematis dan tidak mengindahkan kode etik penyiaran agama.

Ingatlah Firman Allah:
“Orang-oran Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: Sesungghnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan dating kepadamu, maka Allah SWT. Tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
(QS. Al-Bagarah 2:120).


“Dan diantara manusia ada orang yang ucapannyatentang kehidupan dunia menarik hatimu, dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras.”
(QS. Al-Bagarah 2:204).

-----ooOOoo-----

Rumusan Tokoh Kristen

Rumusan Tokoh Kristen Dunia di Dalam Usaha untuk Memurtadkan Umat Islam



1. Samuel Zwemmer

Menurut Samuel Zwemmer ( seorang missionaries dari Amerika dan sekigus sebagai Ketua Asosiasi Agen Yahudi), mengatakan : upaya untuk memurtadkan orang islam harus dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara pembinaan dan penghancuran.

Yang dimaksud dengan cara pembinan yaitu dengan membina dan memasukan orang islam kedalam agam Kristen, seperti diberikan bantuan sembako, obat-obatan geratis, dll.

Sedangkan yang dimaskud dengan cara penghancuran yaitu bagaimana mengeluarkan orang islam dari agamanya, sekalipun mau jadi atheis.

Yang tepenting mengeluarkan manusia dari agam islam supaya tidak lagi berfikir mempertahankan agamanya, dan berusaha agar kaum muslimin tidak berbudi luhur ( alias dirusak terlebih dahulu akhlaknya); seperti pergaulan bebas, penyebaran narkoba, pornografi, dll.

“tujuan kita tidak secara langsung untuk mengkristenkan umat islam, karena hal ini tidak akan sanggup kita laksanakan, tetapi ingat adalah, bagaimana menjauhkan kaum muslimin dari ajaran agama islam. Ini yang harus kita capai walupun mereka tidak bergabung dengan kita……”



2. Dr. H. Berkhof
Menurut Dr. H. Berkhof, dalam bukunya “ Sejarah Gereja” halaman 321 disebutkan sebagai berikut:
“boleh kita simpulkan bahwa indonesia adalah suatu daerah pekabaran Injil yang diberkati Tuhan dengan hasil yang indah dan besar atas penaburan bibit Firman Tuhan. Jumlah orang Kristen Protestan sudah 13 juta lebih. Akan tetapi jangan lupa, kita ditengah-tengah 150 juta penduduk.

Jadi tugas zending gereja-gereja muda dibenua ini masih amat luas dan berat. Bukan saja sisa kaum kafir yang tidak seberapa banyak itu, perlu mendengar kabar kesukaan, tetapi juga kaum muslimin yang besar yang merupakan benteng agama yang sukar sekali dikalahkan oleh pahlawan-pahlawan injil. Apalagi bukan saja rakyat jelata, lapisan bwah yang harus ditaklukan oleh kristur, terutama para pemimpin masyarakat, kaum cendikiawan, golongan atas dan tengah.

3. Seruan Paus Yohanes Paulus II
sementara itu Paus mengeluarkan himbauan “Pope Calls on Catholic to Spread Christianity”.
Paus Yohanes Paulus II dalam surat edaranya yang terbaru mengeluarkan fatwa gerejani agar kaum katholik mengambil tindakan untuk menyebarkan ajaran Katholik. Dia menegaskan pentingnya melakukan kristenisasi terhadap semua bagian dunia, termasuk negeri-negeri dimana hokum islam melarang perpindahan agama.

Sri paus menekankan agar negara-negara islam, demikian juga negar-negra lainya, agar segera mencabut peraturan-peraturan orang islam memeluk agama lain tanpa menyebut nama negara secara langsung. Sri paus menyinggung negara Timur Tengah, Afika dan Asia dimana para missionaries ditolak kehadirannya, kepada mereka Paus menyerukan “Open the door to Christ” (bukalah pintu untuk kristus).

4. Progaram Doulos World Mission (DWM)
Kristenisaidi Indonesia salah satunya adalah dijalankan oleh Doulos World Mission yaitu untuk menjangkau suku-suku terasing (yang belum mendengar injil), yang berjumlah 125 suku yang ada diindonesia (sebanyak 160 juta jiwa) yang ditargetkan untuk dimurtadkan. Adapun tahapan yang ditempuh focus DWM sbb:
◆ Fokus pertama,mengkristenkan 125 suku terasing berjumlah 160 juta jiwa yang ada di Nusantara yang belum Kristen, supaya mendengar Injil.
◆ Fokus kedua, mendirikan pos-pos Pekabaran Injil (PI), rumah-rumah ibadah (gereja, dan sekolah-sekolah Tinggi Theologi.
◆ Fokus ketiga, Menyebarkan Injil / Alkitab dalam bahasa-bahasa daerah/suku.

Poyek Yerikho 2000
Yang perlu kita cermati adalah terhadap apa yang mereka sebut dengan Program Yerikho 2000 adalah program pengkristenan seluruh wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakan di kawasan pinggiran Jakarta. Salah satu media yang amat jelas menunjukan gambaran dari missi program tersebut ialah dengan diterbitkan FOKUS XXI atau Forum Observasi dan Komunikasi Untuk Sunda. Suku Sunda yang menjadi penghuni dominan kawasan jawa barat adalah memang menjadi sasaran dari proyek pengkristenan yayasan Doulos tersebut.

Dalam berita Yerikho 2000 Yayasan Doulos ditulis, “…….untuk mewujudnyatakan Kerajaan Allah di bumi Parahiyangan menyongsong abad XXI. Bangsa Indonesia yang besar ini paling efektif dilayani dengan dimulai pintu gerbang pusat Pemerintahan, ilmu dan budaya yaitu dibagian barat pulau ini.

Di Jawa Barat bertinggal suku bangsa terbesar didunia, namun yang mendengar injil paling sedikit. Menurut Seorang Peneliti dan Penginjil dari Belanda Yaitu Hendrik Kreamer mengatakan bahwa jawa barat adalah wilayah paling gelap di Indonesia, sehingga sangat tertutup terhadap Injil. Pekerjaan misi belum selesai, Tuhan sudah dekat, berdoa dan bekerjalah!
Sehingga dalam semboyan Doulos : “Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus agar masuk dalam Kerajaan terang, negeri yang dipenuhi dengan kebaikan, kemurahan, keharmonisan, kemakmuran, pujian dan penyembahan kepada Allah saja.”


Ternyata, Yeriko 2000 bukan sekedar program terbesar untuk mengkristenkan di wilayah jawa barat saja, program ini juga merebak ke wilayah-wilayah lain di beberapa bagian Indonesia. Sumatra Barat, Riu, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat adalah termasuk menjadi target misi mereka. Begitu juga untuk wilayah Jawa Timur, yayasan Doulos telah membuka perwakilanya, yaitu di jalan Gayungsari 1/40 Surabaya 60235 Telp. (031) 8290303.

Konsep Pengerakan Kristenisasi
1. prinsip dan Tujuan
a. Agar semua orang mendengar Injil bahwa dalam Kristus ada pengampunan dosa. Dan semua orang yang percaya bahwa yesus itu tuhan dan juruselamat akan diselamatkan.
b. mengemban amanat agung Yesus (Matius 28:18-20, Markus 16:15-16)
c. Bahwa dalam ajran agama islam tidak ada ajaran keselamatan.

2. Strategi dan Rencana Pokok
a. Bagaimana memurtadkan orang kedalam agama Kristen.
b. Jauhkan kaum Muslimin dari ajaran Agama Islam dengan cara; merusak akhlak umat, dan membuat ragu terhadap ajaran agama Islam (Samuel Zwemmer).
c. Menghancurkan persatuan umat Islam.
d. Menjadikan agama palsu (dengan membuat proyek-proyek sempalan).
e. Strategi yang digunakan adalah strategi multiplikasi Rohani; yaitu dengan cara memenangkan, membina,dan mengutus.

3. Taktik
Kristenisasi berkedok Islam; seperti lembaga-lembaga Kristen yang memakai nama-nama islam: (Jalan Al-Rachmat, Suara Al-Alim, Yayasan Amal Saleh di Jalan Mayor Sindharu 1/29, Surabaya, dan meyebarkan buku-buku berjudul Islam, dll).

Serba pura-pura:
a. Membagikan sembako, obat-obatan, medatangi rumah sakit/rumah sakit.
b. Untuk mendoakan pasien Muslim.
c. Meniru-niru kebiasan / adat umat Islam.
d. Berpura-pura masuk Islamuntuk kawin, memacari para Muslimah.
e. Mengaku-ngaku mantan kiai,ustadz, alumni pondok pesantren, haji, dll.
f. Lapangan pekerjaan, membuka kursus-kursus gratis, memberikan bantuan biasiswa siswa.

Ingatlah Firman Allah:
“Orang-oran Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: Sesungghnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan dating kepadamu, maka Allah SWT. Tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
(QS. Al-Bagarah 2:120).


“Dan diantara manusia ada orang yang ucapannyatentang kehidupan dunia menarik hatimu, dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras.”
(QS. Al-Bagarah 2:204).




Wednesday, May 23, 2007

Di Malang, Jemaat Nasrani Lecehkan al-Qur’an


VCD Training Doa menggegerkan kota Malang, Jawa Timur. Isinya penistaan terhadap al-Qur’an. Aparat harus tegas jika tidak ingin terjadi kerusuhan.
Kota Batu Malang yang terkenal berhawa sejuk kembali dibuat gerah. Wilayah Kotamadya yang juga dikenal dengan sebutan Kota Seribu Villa ini kembali menjadi perhatian nasional setelah beredarnya VCD bertajuk Training Doa. Gawean komunitas Nasrani yang tergabung dalam Lembaga Pengembangan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatilara) itu mengundang protes umat Islam. VCD berdurasi 60 menit itu menyorot sekitar 60 orang. Anehnya, peserta yang hadir semua berpakaian Muslim. Peserta laki-laki sebagian berbaju koko dan berkopiah. Sedang yang perempuan memakai jilbab. Sekilas tak ada yang menyangka mereka adalah kelompok Kristen. Ritual yang mereka lakukan adalah menyanyi dan berjoget sambil melafadzkan kalimat, “Tuhan Yesus, lindungilah kami…”Acara itu dimulai sekitar pukul 19.45. Lima menit kemudian acara dilanjutkan dengan ritual doa. Setelah itu, seseorang berdiri di depan sambil berceramah, dilanjutkan dengan acara sujud, sambil dibimbing oleh sang pemberi ceramah untuk meminta pengampunan pada Tuhan. Ritual berganti dengan nyanyian sambil berjoget ria. Mereka terlihat sangat menikmati irama musik yang rancak itu. Dari menit per menit memang tidak ada yang membuat gerah bagi yang melihatnya. Sampai akhirnya, pada menit ke-25, seseorang memegang mushaf al-Qur’an sambil berceramah dengan kata-kata hujatan. Ia lalu mengangkat al-Qur’an itu tinggi-tinggi sambil berucap, “Di dalam buku ini (al-Qur’an, red) terdapat ajaran yang menyesatkan berjuta-juta orang…”Sejurus kemudian, pria itu menyuruh peserta untuk menghinakan kitab suci umat Islam itu. Ia letakkan saja al-Qur’an di lantai sambil mengatakan buku itu adalah sumber dari segala sumber yang menyesatkan berjuta-juta orang. Seperti pasukan yang patuh pada perintah komandannya, jemaat lain mengitarinya sambil turut mengeluarkan kalimat kutukan. Mereka terlihat sangat bersemangat. Ada yang mengepalkan tangan. Ada yang menunjuk-nunjuk kitab suci yang telah tergeletak di lantai itu. Ada yang mulutnya komat kamit. Ada pula yang meratap. Peristiwa yang memicu adrenalin itu berlangsung sekitar lima menit. Setelah itu, acara berlanjut dengan kegiatan lain. Bernyanyi, ceramah, dan ditutup dengan doa.Kasus yang terjadi pada 17-19 Desember 2006 dan baru terungkap Februari—dua bulan kemudian—ini sontak melesakkan protes tokoh dan umat Islam. Dalam pernyataannya tanggal 20 April 2007, Tim Fakta cabang Malang mengutuk keras dan berjanji akan segera berkoordinasi dengan lembaga Islam maupun pemerintah untuk menuntaskan kasus itu. Sementara itu di tingkat grass root, penyebaran VCD itu makin tak terbendung. “Informasi tentang penodaan ini sangat cepat sekali,” ujar Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang Nidzhom Hidayatullah.Tak mau kecolongan, bertempat di studio Agropolitan Televisi (ATV), Muspida Kota Batu dan sejumlah pejabat di kota apel ini menggelar siaran langsung untuk menanggapi kasus itu, Selasa (3/4). Hadir dalam acara itu, Walikota Batu Drs Imam Kabul, Wakil dari umat beragama HA Budiono, SH, MM; Kapolres Batu AKBP Drs Juansih dan Kepala Staf Distrik Militer 0818 Mayor Drs Yoyok Wardoyo, MM.Menurut Imam Kabul, kota Batu sangat heterogen. “Sejauh ini tak pernah ada masalah yang berarti antarumat beragama. Untuk itulah mari kita selamatkan kerukunan yang mahal ini.” Ia juga yakin, tak ada satu pun masyarakat Batu yang terlibat dalam gambar CVD itu. Sedang terkait dijadikannya Batu sebagai ‘langganan’ oknum yang bermaksud buruk, Kasdim 0818 Yoyok Wardoto mengatakan, “Mereka berpikir Kota Batu lebih aman karena masyarakatnya yang cuek dan permisif.”Menurut Yoyok, seperti dikutip Duta Masyarakat (4/4), kejadian itu menjadi perenungan bersama, termasuk pemilik hotel. Menurutnya, para pemilik hotel wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap apa pun aktivitas tamu yang berada di vila dan hotelnya. Ditambahkan Yoyok, sedikit saja salah dengan memberikan izin bagi institusi atau oknum yang berniat buruk seperti itu, akibatnya akan fatal.Sabili memperoleh keterangan dari Rizal (bukan nama sebenarnya), mantan pekerja di Hotel Asida, tempat digelarnya acara Training Doa itu, bahwa LPMI sering menyelenggarakan aktivitasnya di Asida. “Wah kalau itu sih saya tidak terlalu kaget. Mungkin baru kali saja yang tercium oleh media. Menurut saya pribadi, pihak menejemen dan karyawan jelas sudah tahulah. LPMI ini pelanggan tetap Asida. Kadang dengan mengundang tokoh yang saya kurang tahu, dia itu kiai Muslim apa kiai mereka. Yang jelas pernah ada tokoh yang baca dalilnya fasih, lalu mengatakan Islam itu begini begitu,” ujarnya.Pihak hotel yang terletak di Jalan Panglima Sudirman 99 Batu ini, saat dikonfirmasi Sabili, lewat salah seorang staf Front Office (FO) Department, Dodi, membantah Asida sering dipakai untuk acara LPMI. “Itu adalah kegiatan pertama di sini dan sudah meresahkan kami hingga hari ini. Kami saat itu tidak sempat mengawasi kegiatan mereka, karena itu adalah privasi customer,” ujar Dodi.Menurut Nidzhom Hidayatullah, masyarakat di Malang dibuat resah dengan ulah umat Nasrani yang berulang-ulang itu. Karena menurutnya, dua bulan sebelumnya, juga ada kasus pelecehan al-Qur’an lewat kop surat persekutuan gereja yang menggunakan ayat al-Qur’an yang diplesetkan. “Cuma kemudian belum ada riak-riak untuk melakukan anarkisme.” Namun Ketua Komisi Hukum dan Fatwa MUI Kabupaten Malang, KH Luthfi Bashori, mengingatkan, “Urusan ini rawan. Kita mengkhawatirkan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan. Kita berupaya bagaimana agar tidak keruh, tapi tetap berhasil menyelesaikannya secara hukum. Istilahnya, memancing ikan tanpa memperkeruh kolam.” Kabar penistaan agama ini meluas ke berbagai daerah di Jawa Timur. Ketua MUI Provinsi Jawa Timur, KH Abdusshomad Buchori mengaku banyak mendapat telepon. Karenanya, pihaknya merasa perlu mengambil upaya pencegahan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Kita sering ngomong kerukunan, tapi apa artinya kalau ada provokasi terus,” ujarnya.Karena itulah, pada tanggal 5 April, MUI Provinsi Jawa Timur memrakarsai pertemuan dengan organisasi-organisasi Islam di Timur. Sejumlah 45 pimpinan organisasi Islam Jawa Timur meneken pernyataan sikap terkait adanya CD itu (lihat box). Kasus pelecehan terhadap agama Islam di Kota Batu ini juga membuat sebagian kalangan Nasrani resah. Menurut Nidzhom, lima orang tokoh Kristen telah menemui pengurus MUI Kota Malang. Mereka menyampaikan tiga hal. Pertama, menyampaikan undangan kepada MUI pada acara Paskah yang akan diselenggarakan hari Sabtu (14/4). Kedua, mereka juga menyampaikan penggagalan acara Paskah besar-besaran yang semula akan digelar di lapangan Rampal Malang dan dipindahkan ke Seminari Sati Raya Karanglo Malang. Ketiga, mereka menyatakan permintaan maaf kepada umat Islam.Dalam acara Paskah itu, ketua panitia, Pendeta Stefanus Heli Safwan, mengaku sangat menyesalkan perilaku sekelompok Kristen anggota LPMI. Ia menekankan agar peristiwa itu tak terulangi lagi. “Kejadian ini sama sekali tidak terkait dengan gereja manapun ataupun esensi keimanan Kristiani,” tambah Heli yang juga gembala Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Tulang Bawang, Malang ini.Seusai acara Paskah, kepada Sabili, Pendeta Yohannes One yang juga dikenal sebagai tokoh Kristen Malang Raya mengatakan, “Saya atas nama pribadi maupun jemaat, dengan tulus hati, sangat menyesalkan kejadian yang seharusnya tak perlu terjadi ini.”Sebelumnya, para pemuka Nasrani yang tergabung dalam Badan Kerjasama Gereja (BKSG) Kota Batu juga menyesalkan adegan yang melukai umat Islam itu. Ketua BKSG Batu, Pendeta Michal N.L Tobing, Selasa (3/4), menyatakan, di Kota Batu ada 50 gereja yang tergabung dalam BKSG. Namun tak satu pun sekte yang ada di gereja itu yang menghalalkan perbuatan semacam itu.Menanggapi hal ini, Abdusshomad Bukhori mengatakan, “Namanya orang minta maaf, kita akan lapang dada. Apalagi bukan dia yang menyuruh misalnya. Cuma kami tetap minta, aparat harus mencari, barangkali di LPMI itu ada tokoh tertentu, siapa tahu.” Menurutnya, secara kelembagaan MUI menerima. “Dan terbukti umat Islam dibegitukan juga tidak bergerak secara fisik. Malah justru kita kendalikan masyarakat. Proses hukum harus tetap berjalan dan harus dicari. Barangkali ada skenario tertentu, atau ada tokoh di balik itu semua,” ujar kiai asal Sepanjang, Sidoarjo ini. Menurutnya, biasanya pimpinan-pimpinan Kristen secara formal mengelak karena dianggap di luar sektenya.Hal senada disampaikan Ketua Umum Dewan Dakwah Islam Indonesia, Hussein Umar. Ia menyatakan ada semacam pembagian tugas. “Yang penting perilaku semacam itu mereka dukung atau tidak,” ujarnya. Terkait atribut Muslim yang dipakai peserta Training Doa itu, Bang Hussein—demikian pria ini biasa dipanggil—menilai, agresivitas dari kalangan misionaris Kristen sangat luar biasa. ”Saya sering menyatakan ada kesengajaan. Tidak semata-mata pembangunan rumah ibadah. Lebih dari itu, dengan semena-mena mereka mencangkok peristilahan-peristilahan khas Islam. Seperti menggunakan nama buletin Dakwah Ukhuwah, Menuju Sirothol Mustaqim, dan sebagainya. Mereka juga menggunakan istilah ‘syahadat’, ‘shalat’. Kalau hal seperti ini menyentuh arus bawah, ini memancing kekeruhan.” Kapolwil Malang, Kombes Pol M. Amin Saleh, saat ditemui di kantornya di Jalan Raya Singosari, menilai tepat upaya para tokoh agama di Malang untuk meredam kasus penistaan itu. “Upaya yang mereka lakukan, antara lain, merupakan hasil pertemuan yang kita bentuk pada tanggal 30 Maret, dengan mengundang seluruh Muspida se-Malang Raya, pengurus MUI, pihak gereja dan aparat hukum lain.” Saat ini, menurut pria yang menjabat Kapolwil Malang sejak tahun 1996 ini, pihaknya sudah sampai pada tahap penyidikan. “Tiga orang sudah kita tahan, dan yang akan kita tahan lebih banyak lagi.” Menurut Amin, ketiganya adalah pelaku utama dalam kasus itu. Saat dinyatakan bahwa tokoh agama meminta aparat serius menangani kasus ini, pria asal Makassar itu mengatakan pihaknya sangat serius. ”Buktinya dalam beberapa hari kita sudah tangkap segitu banyak orang yang susah diidentifikasi. Sehingga yang paling prinsip, kemarahan yang mungkin muncul bisa betul-betul makin mereda,” jelasnya.Terkait hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang menyatakan, proses hukum harus tetap berjalan, kemudian mengupayakan rekonsiliasi dan pengawasan kedua belah pihak kepada anggota masing-masing. “Termasuk pihak Nasrani harus lebih selekif lagi mengawasi. Dalam dugaan MUI, ke depan masih ada kasus lagi. Sudah ada beberapa pihak yang melaporkan peristiwa-peristiwa semacam ini yang sudah antre. Kalau mekanisme penyelesaian sekarang tidak ditemukan rumusannya, penanganan peristiwa yang akan datang pun akan sama,” ujar Nidzhom.Apalagi, sebagian masyarakat berkali-kali menelepon dan mengirim SMS kepada tokoh Muslim di Malang untuk meminta ‘terjun’ langsung. “Tapi kita katakan jangan, karena kita sudah meminta aparat untuk menangani. Kalau aparat tidak mampu, itu baru urusan umat Islam. Kita tidak bisa dong setiap saat mengatakan jangan pada umat,“ ujar KH Luthfi Bashori yang juga pengasuh Pesantren Ribath al-Murtadla al-Islami Singosari, Malang ini.Seyogianya kasus penistaan ini jadi pelajaran bagi semua. Aparat selaku penegak hukum harus tegas menyelesaikan kasus ini. Kaum Nasrani juga semestinya jangan selalu memancing emosi umat. Umat Islam pun harus terus menjaga ukhuwah Islamiyah agar solid menghadang makar dari luar.

Faris Khoirul AnamLaporan: Kukuh Santoso, E. Sudarmadji